Momen Bersejarah dan Inspiratif di HUT Polewali Mandar ke-66 POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
Polewali detinasional.id Peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Polewali Mandar yang jatuh pada Senin, 29 Desember 2025, menjadi salah satu momentum paling bersejarah dan penuh makna bagi masyarakat Bumi Tipalayo. Di penghujung tahun ini, perayaan HUT Polewali Mandar tidak hanya dirayakan melalui seremoni formal, tetapi juga dihidupi dengan kehangatan pertemuan, semangat kebersamaan, serta refleksi perjalanan panjang daerah yang terus bergerak maju.

POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
Sejak pagi hari, suasana peringatan HUT ke-66 terasa semarak di berbagai titik kegiatan. Ribuan warga dari berbagai kalanganโtokoh masyarakat, pemuda, pelaku budaya, hingga pelaku UMKMโhadir dan larut dalam suasana kebersamaan. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi besar, mempertemukan sahabat lama, kerabat, serta masyarakat lintas generasi yang bersama-sama merayakan identitas dan kebanggaan sebagai warga Polewali Mandar.
Rangkaian kegiatan semakin meriah dengan digelarnya Festival Banua Maraya ke-4, sebuah agenda budaya tahunan yang kini menjadi ikon perayaan daerah. Festival ini menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya lokal, mulai dari tarian tradisional Mandar, musik daerah, pameran adat, hingga atraksi budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi leluhur. Festival Banua Maraya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang edukasi budaya, sekaligus upaya konkret menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Selain sektor budaya, semangat persatuan juga tercermin dalam pelaksanaan Bupati Cup Tenis Lapangan. Ajang olahraga ini menjadi salah satu kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat, mempertemukan atlet daerah, komunitas olahraga, hingga warga umum dalam semangat sportivitas. Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menjadi simbol persahabatan dan kebersamaan, di mana olahraga menjadi medium pemersatu masyarakat Polewali Mandar.
Nilai kepedulian sosial turut menjadi bagian penting dalam peringatan HUT ke-66 ini. Sejumlah kegiatan bakti sosial digelar, termasuk pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini menjadi cerminan solidaritas sosial dan kepedulian pemerintah daerah bersama masyarakat terhadap kelompok rentan, sekaligus menegaskan bahwa perayaan pembangunan tidak boleh meninggalkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pasar Rakyat UMKM hadir sebagai ruang strategis bagi para pelaku usaha lokal. Berbagai produk unggulan khas Polewali Mandarโmulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk kreatifโdipamerkan dan dipasarkan langsung kepada masyarakat. Pasar Rakyat UMKM tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Lebih jauh, peringatan HUT Polewali Mandar ke-66 ini menjadi momentum refleksi bersama atas perjalanan pembangunan daerah. Di usia yang ke-66, Polewali Mandar dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.
Pertemuan hangat yang terjalin dalam perayaan ini juga memberi inspirasi bagi generasi muda. Nilai-nilai kebersamaan, kecintaan terhadap budaya, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi pesan penting yang diwariskan, agar generasi penerus tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam pembangunan daerah.
Dengan semangat persatuan, pelestarian budaya, penguatan ekonomi rakyat, serta kepedulian sosial yang terus dijaga, masyarakat berharap Polewali Mandar ke depan semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera. HUT ke-66 ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan penegasan tekad bersama untuk terus melangkah, membangun, dan menjaga Polewali Mandar sebagai rumah besar yang aman, berbudaya, dan bermartabat.
Reporter:Rudi
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
