BREBES, DN-II Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen (FKGD) Putera-Puteri Brebes menggelar acara Halal Bi Halal bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Rabu (25/03/2026).
Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Membangun Brebes dengan Cinta”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas dan kolaborasi akademisi dalam membangun tanah kelahiran.
โKetua Panitia sekaligus Presiden Shafa Community Brebes, Muhammad Abdul Fery, menyampaikan bahwa forum yang bernaung di bawah Yayasan Rumah Cinta Brebes ini telah eksis selama delapan tahun sejak September 2018.
โ”Kami ingin memperkuat connectivity, synergy, and collaboration. Profesor dan dosen bukan sekadar insan akademik, tapi penggerak perubahan sosial yang membawa integritas dan pengabdian bagi kemajuan Brebes,” ujar Fery.
โKolaborasi Strategis Pemda dan Akademisi
โBupati Brebes periode 2025-2030, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd., menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan visi “Brebes Beres”.
โ”Brebes akan lebih hebat jika kita menanamkan rasa saling menolong. Kolaborasi nyata dapat menghidupkan ekonomi di sekeliling kita. Ke depan, para profesor kelahiran Brebes harus terus dilibatkan dalam agenda brainstorming untuk memberikan sumbangsih pemikiran strategis bagi kemajuan daerah,” tutur Dr. Tahroni.
โKritik Membangun: Benahi Hulu Hingga Hilir
โAcara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya Prof. Anton Satria Prabuwono (King Abdul Aziz University & UTP Malaysia), Prof. Dr. H. Jamali (Rektor UIN Siber Syekh Nurjati), Prof. Dr. Mukhamad Murdiono (UNY), Prof. Dr. Rustono (Unnes), Prof. Dr. Masduki (Rektor UIA), dan Prof. Dr. Mashari (Untag Semarang).
โSalah satu sorotan tajam datang dari Pembina FKGD sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah di Brebes harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.
โ”Problem di daerah sering kali berakar pada kebijakan politik yang kurang tepat, termasuk dalam penanganan bencana. Dibutuhkan keseriusan bupati dan jajaran untuk menghadirkan stakeholder terkait. Kami, para profesor putera daerah, siap memberikan kajian mendalam untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Brebes,” tegas Prof. Ma’mun.
โDihadiri Ratusan Intelektual
โKegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 60 Profesor dan 339 Dosen kelahiran Brebes yang berkarier di berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional. Selain para akademisi, hadir pula 21 Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Brebes guna mendengarkan langsung aspirasi serta ide-ide segar bagi pembangunan daerah.
Red/Casroni
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
