MUARADUA –detiknasional.id Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan tragis yang menimpa Maria Simaremare, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bawaslu OKU Selatan. Rekonstruksi dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni rumah korban di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menghadirkan langsung tersangka utama berinisial Suharlan. Di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian, tersangka memperagakan adegan demi adegan yang menggambarkan secara rinci rangkaian peristiwa maut tersebut.
Proses rekonstruksi ini disaksikan langsung oleh perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan, Ketua Bawaslu OKU Selatan, serta pihak keluarga dan warga sekitar. Kehadiran berbagai pihak terkait ini bertujuan untuk memastikan penyidikan berjalan transparan dan akuntabel.
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, melalui Kasat Reskrim AKP Aston L. Sinaga, menjelaskan bahwa reka ulang ini merupakan bagian krusial dalam pemberkasan perkara.
”Rekonstruksi ini bertujuan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan keterangan para saksi, sekaligus menyinkronkan alat bukti yang telah dikumpulkan di lapangan,” ujar AKP Aston di sela-sela kegiatan.
Sepanjang proses rekonstruksi, tersangka memperagakan sejumlah adegan kunci, mulai dari awal kedatangannya di rumah korban hingga terjadinya tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa Maria Simaremare.
Pihak Kejaksaan Negeri OKU Selatan menyatakan bahwa seluruh hasil dari reka ulang ini akan menjadi poin penting dalam melengkapi berkas perkara (P-21) sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan di persidangan.
Kasus yang sempat menggemparkan warga Perumahan Bukit Berlian ini terus dikawal ketat oleh pihak berwenang. Polres OKU Selatan menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
”Kami pastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Situasi di lokasi selama rekonstruksi terpantau kondusif meski menyedot perhatian banyak warga,” tutup AKP Aston.
Redaksi Udin
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



