Cilacap, detiknasional.id || UPZIS MWC NU Dayeuhluhur Sub Area UPZIS Ranting Dayeuhluhur menggelar pelatihan pemulasaran jenazah melalui program Amaliah Ramadhan 1446 Hijriah yang dilaksanakan di Masjid Miftahul Huda blok Cihideung Dusun Ciparahu, Desa Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Minggu (13/04/2025).
Kegiatan ini turut di hadiri Manajer UPZIS Area Kecamatan Dayeuhluhur, Manajer Sub Area Ranting Dayeuhluhur, Ketua Tanfidiyah Ranting NU Dayeuhluhur, Kepala Dusun, Ketua RW, dan peserta pelatihan.
Manajer UPZIS Sub Area Ranting Dayeuhluhur Nurul Hidayati menjelaskan pelatihan pemulasaran jenazah merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh NU untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara pemulasaran jenazah.
“Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan tentang cara memperlakukan jenazah dengan mencakup beberapa tahapan yang wajib dilakukan, yaitu memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Selain itu, peserta juga diajarkan tentang cara mengangkat dan memindahkan jenazah, meletakkan benda-benda tertentu di sekitar jenazah, dan lain-lain,” ungkapnya.
Proses ini merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi jenazah muslim dan juga kewajiban fardhu kifayah, dan merupakan bentuk tanggung jawab umat Islam terhadap sesama, terutama bagi orang yang sudah meninggal dunia, tandasnya.
Pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam merawat dan mengurus jenazah dengan baik dan sesuai dengan tuntunan agama, papar Nurul Hidayati.
Sementara itu Ahmad Surwanto peserta dari dusun Cilulu mengucapkan terimakasih kepada UPZIS Ranting Dayeuhluhur yang telah menggelar pelatihan pemulasaran jenazah, dengan adanya pelatihan ini tentunya memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami.
“Alhamdulilah dengan adanya pelatihan ini semoga apa yang dipelajari kami pada hari ini dapat berguna untuk kedepannya, berguna untuk pribadi maupun di masyarakat, ucapnya.
Selain itu Ahmad Surwanto berharap pelatihan mengurus jenazah bukan hanya sekali saja dilaksanakan, namun dapat berlanjut, karena mengurus jenazah memerlukan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntunan agama, pungkasnya.
Reporter: Dani
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
