Cilacap, DN-II Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Pahonjean, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memicu terjadinya banjir yang berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK). Dua dusun mengalami kondisi terparah, yakni Dusun Pakuncen dan Dusun Bojongmeros.
Data sementara mencatat, sebanyak 400 KK di delapan RT di Dusun Pakuncen serta 180 KK di Dusun Bojongmeros terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga mencapai 1 meter.
Kaur Pembangunan Desa Pahonjean, Soleh, menjelaskan bahwa penyebab banjir di dua dusun tersebut berbeda. Di Dusun Bojongmeros, banjir disebabkan oleh luapan Sungai Cikawung. Sementara itu, banjir di Dusun Pakuncen terjadi karena aliran air tidak dapat masuk ke Sungai Cikawung akibat tingginya debit sungai tersebut, sehingga air berbalik dan menggenangi pemukiman warga.
โUntuk Bojongmeros, penyebabnya karena Sungai Cikawung meluap. Sedangkan di Pakuncen, aliran air balik karena Sungai Cilanggir masuknya ke Cikawung. Saat debit Cikawung tinggi, air tidak bisa masuk dan akhirnya kembali ke permukiman,โ jelas Soleh, Selasa (18/11/2025).
Pihak desa berharap adanya perhatian dan penanganan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait guna mengatasi dampak banjir serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Reporter: Dani
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
