Cilacap, Detik Nasional – Komunitas seni budaya sababalad sukses menggelar festival tradisi bertajuk “Gelar Budaya Lintas Batas” di Lapangan Dusun Cikadu, Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Kamis (18/6/2026). Acara yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini mengusung semangat kebersamaan sekaligus menjaga eksistensi warisan leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Masyarakat setempat menyambut jalannya seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai usia tampak memadati area lapangan untuk mengikuti senam bersama, menyaksikan jalannya ritual adat, hingga bertahan menyaksikan panggung hiburan. Suasana semakin semarak karena kehadiran warga tidak hanya terfokus pada pertunjukan seni, tetapi juga aktif menghidupkan lapak-lapak UMKM lokal yang berjejer di sekitar lokasi festival, menciptakan perputaran ekonomi yang hidup di tengah desa.
Ketua Panitia Penyelenggara, Iman Tri Mulyana, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan memberikan ruang bagi para seniman dan tokoh budaya, baik aliran tradisi maupun modern, untuk mengekspresikan karya mereka dalam satu wadah terpadu.
Rangkaian kegiatan berlangsung padat sejak siang hingga malam hari. Kedatangan para pejabat daerah disambut dengan tradisi Mapag, yang kemudian berlanjut dengan penampilan kesenian Calung serta seni kreasi masyarakat setempat.
Pada sore hari, acara berfokus pada ritual Ruatan Lembur, sebuah tradisi turun-temurun warga Dusun Cikadu yang berkaitan dengan Sedekah Sura dan Sedekah Ruat. Memasuki malam hari, suasana berganti menjadi lebih modern dengan suguhan penampilan band, musik akulturasi kontemporer, dan dipungkasi oleh pagelaran seni Ronggeng.
“Harapan saya, gelaran ini menjadi bahan literasi bagi masyarakat luas, sehingga budaya dari nenek moyang dapat terus tersalurkan kepada generasi muda di masa depan. Kita jangan sampai kehilangan jati diri sebagai warga yang berbudaya,” ujar Iman.
Secara khusus, Iman juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pihaknya sangat terbantu karena kementerian telah memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh, sehingga agenda besar kebudayaan ini dapat terlaksana dengan sukses dan lancar.
Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap melalui Dinas P dan K. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P dan K Kabupaten Cilacap, Ahmad Fathoni, menyatakan bahwa esensi utama dari tajuk “Lintas Batas” ini adalah adanya upaya regenerasi penguasaan seni dari generasi tua ke generasi berikutnya.
“Ada nilai edukasi penting di sini. Yang tua punya kewajiban meneruskan pengetahuannya, dan yang muda tidak boleh melupakan karya orang-orang tua kita,” ungkap Ahmad Fathoni.
Ia menambahkan, selain menjadi media penularan ilmu antargenerasi, kegiatan budaya seperti ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui keterlibatan sektor UMKM di lokasi acara. Dinas P dan K berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas seni dalam mengembangkan kekayaan budaya di Kabupaten Cilacap.(Dani)
Eksplorasi konten lain dari Detiknasional.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
